Home > Celotehan, Islam > Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan

Apa terpikir oleh kita setelah membaca judul postingan kali ini? Bulan Puasa? Bulan penuh keberkahan? Seharusnya sebagai seorang muslim/muslimah, yang terpikir oleh kita pertama kali adalah kegembiraan menyambut bulan yang suci ini. Sayangnya yang terpikirkan saya pertama kali bukanlah kegembiraan, tetapi “sudah mau bulan puasa lagi?”. Pertanyaan tersebut muncul di pikiran saya karena saya merasa bahwa waktu berjalan sangat cepat. Sepertinya hanya beberapa bulan yang lalu saya merayakan Idul Fitri, yang waktu itu saya beserta keluarga memutuskan untuk tidak mudik. Kalo yang pernah saya dengar sih kalo dunia sudah mendekati akhir, manusia akan merasa waktu berjalan dengan sangat cepat. Lalu saya mencoba sedikit percobaan saat menulis postingan ini dengan melihat jarum detik pada jam di kamar saya selama 2 menitan. Bisakah anda tebak apa yang saya pikirkan waktu itu? Bukannya saya berpikir “wah capek juga ngeliat jarum detik di jam selama 2 menit”, tapi justru “gile, ini jarum detik jalannya kenceng banget.”😀

Pernahkan anda mendengar bahwa ada seseorang yang phobia akan waktu? Menurut sumber internet yang saya baca, hal itu memang ada dan termasuk phobia2 yang mengerikan. Bisa dibayangkan waktu akan terus berjalan, apapun yang kita lakukan, entah itu sesuatu yang bermanfaat ataupun yang tidak sama sekali. Menurut saya pribadi, yang kata sebagian orang pekerjaan “menunggu” itu bikin waktu terasa lambat, menurut saya masih terasa cepat. Kalo saya ingat dan kalo tidak salah, saya terakhir kali menunggu paling lama saat menunggu jemputan adik saya waktu saya pulang ke rumah saya di Bekasi. Saat itu saya sudah sampai halte sekitar jam 5, dan adik saya baru menelepon sekitar 10 menit setelahnya, dan bersiap2 untuk menjemput saya. Dari tempat adik saya ke halte mungkin butuh sekitar 20 menitan itupun kalo tidak macet, berarti kalo anda udah menghitung berarti kemungkinan saya akan menunggu lebih dari setengah jam.

Yang saya lakukan adalah membuka Opera Mini dari HP dan memasang earphone sambil mendengar mp3. Wow! Begitu saya mengecek jam yang ada di halte, waktu sudah berjalan belasan menit. Kemudian saya meneruskan internetan sambil mendengarkan mp3 lagi, dan kalo gak salah saya mengecek jam lagi (kayaknya waktu itu ngeliat dari Opera Mini) udah lewat setengah jam saya menunggu. Lalu saya masukkan hape saya ke saku dan berganti menonton tv yang ada di halte (jgn kaget di halte ada tivi, soalnya haltenya punya Kota Harapan Indah, dan mirip kayak terminal). Saat saya menonton pertandingan bola LSI, beberapa kali saya menoleh setiap saat saya mendengar suara motor berhenti, dan sekitar 10 menit setelah itu adik saya sudah sampai untuk menjemput saya. Inti dari cerita gak jelas tadi, saya merasa waktu berjalan dengan cepat, apapun yang saya lakukan. Mungkin ini udah jadi gejala awal phobia terhadap waktu, mudah2an gak sampai kejadian deh😀

Btw, postingan sudah sangat jauh melenceng dari pokok bahasan yaitu bulan Ramadhan menjadi masalah waktu. Saatnya kembali ke pokok bahasan awal, sebelumnya saya ingin bertanya. Siapa saja dari anda yang berpikiran sama seperti saya bahwa di bulan Ramadhan ada suatu kekuatan yang membuat kita jadi lebih semangat dalam beribadah? Mungkin dari yang biasanya seminggu cuman baca Al-Quran  beberapa ayat, atau malah TIDAK sama sekali menjadi dalam sehari bisa membaca Al-Quran bahkan sebanyak 1 Juz (saya pernah membaca sumber bahwa Imam Syafi’i menghatamkan Al-Quran 60 kali selama bulan Ramadhan). Atau mungkin yang biasanya jarang sholat berjamaah di masjid menjadi lebih sering, atau juga yang biasanya sholatnya ngaret2 jadi sholat di awal waktu misal saat sholat Subuh.

Woooow!! Apa yang sebenarnya terjadi? Bukan hanya di bulan tersebut pahala dilipatgandakan dan bahkan tidur juga jadi sebuah ibadah, tetapi kondisi lingkungan membuat kita lebih semangat menjalankan ibadah (semoga kita semua termasuk yang satu ini, bukan yang merasa bahwa bulan Ramadhan atau yang lain tidak ada bedanya).

Kalo kita baca2 berbagai sumber, keutamaan bulan Ramadhan sangatlah banyak selain membuat kita lebih bertaqwa seperti yang udah disebutin sebelumnya, tapi yang lainnya mungkin bisa anda baca sendiri ditempat lain, karena sangat mudah mencarinya. Di bulan Ramadhan tentunya tidak lepas dari kewajiban sebagai seorang muslim yaitu berpuasa, dan mungkin banyak dari anda yang hafal dengan ayat Al-Quran mengenai kewajiban puasa, yang sering dibacakan baik dari penceramah maupun dari iklan di tv atau juga di radio. Puasa sendiri mempunyai banyak manfaat menurut saya sendiri. Misal saja seperti membuat kita lebih sehat (karena makan kita lebih disiplin alias teratur), melatih kesabaran kita, dan masih banyak yang lainnya. Intinya bulan Ramadhan ini benar2 istimewa.

Mungkin itu saja postingan kali ini daripada terlalu panjang. Akhir kata, saya bukanlah orang yang ahli agama dan bukan maksud saya untuk menggurui anda karena anda mungkin saja lebih tau daripada saya. Akan tetapi, seperti yang biasanya diucapkan para Khatib, saya ingin berpesan pada semua orang, khususnya diri saya sendiri agar menjadi lebih baik lagi. Karena dengan menuliskan ini, mudah2an saya bisa menjadi lebih bertaqwa kepada Allah SWT. Semoga postingan yang arah pembicaraannya semrawut ini bermanfaat bagi kita semua😀

Categories: Celotehan, Islam
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: