Home > Anime, Recommended, Review > 5 Centimeters per Second

5 Centimeters per Second



Buat yang udah muter video yutub di atas, mungkin ada dua macam respon. Respon pertama, buat yang belum pernah nonton anime dengan judul ini kemungkinan ngomong, ini lagu apaan sih, gak jelas banget, kata2nya diulang2 terus, atau apapun lah intinya gak suka ama lagu ini. Respon yang kedua, buat yang udah nonton nih anime, apalagi yang tau liriknya (artinya), lagu ini terdengar sangat bagus. Sebelum ngebahas lebih lanjut soal anime ini, ini review anime pertama saya yang menggunakan bahasa Indonesia. Saya udah nyoba bikin review anime pake bahasa inggris, cuman gak maju2 postingannya, berhubung cara ngomong di blog kayak gini, jadi susah banget ngebahasa-inggris-in nya. Mudah2an untuk review selanjutnya pake bahasa inggris lagi, yang mau liat lirik lagu di atas bisa diliat disini😀

Back to topic, buat yang belum nonton mungkin sebaiknya jangan baca dulu deh, soalnya saya juga bakal komentar soal ceritanya, tapi terserah aja kalo tetep mau baca. Anime ini bukan anime series yang ber-episode2, dan bisa dibilang merupakan movie, walaupun movie, anime ini terbagi menjadi 3 episode atau 3 bagian. Apa kelebihan yang paling terlihat dari anime ini? ART-nya, yup, anime ini sangat detail dalam gambar, as expected from Makoto Shinkai. Kalo nontonnya yang HD, wuih bener2 dah, gambar setiap object tergambar dengan sangat detail, gambar mobil, kereta, ruang kelas, meja dan banyak lagi yang lainnya. Walaupun mungkin gak selevel ama film “Up” ataupun “Wall-E“ yang emang gambarnya gila2an, tapi nih anime menurut saya termasuk anime yang gambarnya bener2 niat bikinnya. Memang sih karena movie tentunya gak bisa dibandingin ama anime yang mesti keluar tiap minggunya. Buat art-nya sudah pasti saya memberikan 10/10.

Sebelum ngebahas gimana cerita nih anime saya mau ngebahas BGM ama musiknya. Mungkin karena saya udah terlanjur suka ama nih anime, jadi saya ngerasa BGM-nya bener2 cocok. BGM suara kereta, suara air di pantai, suara serangga pas di musim panas bener2 pas. Lagu yang sebelumnya saya kasih di awal pake yutub merupakan nilai lebih dari anime ini menurut saya. Lirik dari lagu ini bener2 klop dengan apa yang dirasakan ama tokoh utama. Ya mungkin buat yang belum nonton, ini lagu gak jelas, saya ngomong gini soalnya ini komentar adik saya pas dengerin lagu ini sebelum nonton. Katanya ini lagu apaan sih, tapi setelah nonton nih anime malah suka banget ama lagu ini😀. Mungkin untuk komponen sound kali ini saya kasih 9/10 aja walaupun pengen ngasih nilai sepuluh sih sebenernya gara2 lagunya Masayoshi Yamazaki ini.

Akhirnya saya mau ngomongin soal cerita yang ada di anime ini, sekaligus menilai sisi story dari anime ini. Karena anime ini terbagi menjadi tiga bagian, mungkin enaknya saya bahas per bagian aja kali ya. Bagian pertama, bercerita tentang dua orang yang saling suka cuman terpisah oleh jarak, bisa dibilang LDR cuman disini kedua orang itu belum jadian, dan saling berhubungan lewat surat, yang saya tangkep emang waktu itu hape masih belum booming jadi masih surat2an. Munurut saya bagian ini diceritakan dengan sangat baik, bagaimana mereka bisa saling dekat, disini gara2 sering baca buku di perpus, trus berhubung sama2 murid pindahan pas SD dan rentan sakit. Setelah sering berhubungan dan sudah sangat dekat, suatu saat heroine ini mesti pindah rumah lagi, itulah awal kenapa mereka saling kirim surat.

Pada bagian ini juga bercerita bagaimana tokoh utama cowok (protagonist) melakukan perjalanan yang sangat dan sangat panjang dengan kereta untuk menemui heroine, penggambarannya pun sangat bagus, bagaimana waktu terasa sangat lama dirasakan untuk sampai tujuan. Protagonist pun udah menyiapkan suatu surat yang menjelaskan bagaimana perasaan dia yang sebenarnya walaupun akhirnya surat tersebut tidak bisa diberikan, sama halnya dengan tokoh utama cewek (heroine). Akan tetapi, scene yang paling keren di bagian pertama ini adalah saat akhirnya protagonist sampai dan melihat heroine setia menunggu padahal sudah jauh dari jam yang dijanjikan. Scene setelah itu pun sangat bagus dan sangat natural, terlihat bagaimana mereka berdua saling suka. Walaupun pada akhirnya, mereka berdua tidak saling mengatakan suka pada satu sama lain, dan mereka sadar bahwa mereka akan terpisah lebih jauh lagi karena kali ini protagonist akan pindah juga ke tempat yang lebih jauh.

Takut postingan ini jadi panjang banget, padahal belum ngebahas bagian kedua ama ketiga, dipersingkat aja kali ya. Di bagian kedua ini atau bisa dibilang episode dua, menceritakan bagaimana protagonist di tempat atau sekolah barunya setelah pindah. Di bagian kedua ini terlihat bahwa terjadi pergeseran sudut pandang penceritaan, disini cerita lebih diperlihatkan dari sisi karakter cewek baru bernama Sumida yang ternyata suka dengan protagonist. Menurut saya dengan pergeseran sudut pandang cerita membuat kita bisa melihat bagaimana protagonist sering memikirkan heroine. Pada bagian ini sangat terlihat bahwa Sumida sangat menyukai protagonist, tetapi tidak sanggup mengungkapkan perasaannya karena merasa bahwa protagonist selalu memikirkan orang lain yang mungkin sangat jauh. Tau apa yang gak saya duga di bagian ini? Bagian ketika protagonist suka menulis sms di hape, saya kira dia saling kirim sms dengan heroine dan ternyata sms itu tidak dikirimkan kepada siapa pun.

Bagian ketiga yang sekaligus terakhir tentunya bagian yang sangat ditunggu2 oleh penonton, karena tentunya ingin tahu bagaimana akhir cerita anime ini. Pada awal bagian ini penonton diberikan scene dimana protagonist sudah dewasa dan bekerja, kemudian berjalan2 dan melewati jalan yang sebelumnya diperlihatkan pada awal bagian pertama. Setelah scene protagonist melewati rel kereta api dan berpapasan dengan seorang cewek yang tentunya kita tahu siapa dia, “I strongly felt… that if I looked back now… she would look back as well,” lalu timeline mundur dan membuat penonton makin bertanya bagaiamana akhirnya. Pada timeline yang baru ini kita menerima kenyataan bahwa heroine sudah tunangan dan akan menikah, sementara protagonist telah punya pacar walaupun akhirnya putus, karena protagonist merasa bahwa hatinya sama sekali tidak berpindah ke hati pacarnya tadi seberapa kalipun dia mencoba. Diperlihatkan bagaimana protagonist teringat oleh sesuatu dalam hatinya yang tidak bisa hilang yaitu perasaannya terhadap heroine. Apa yang keren pada bagian ini? Setelah beberapa kalimat berikut yang diucapkan oleh protagonist dan heroine secara bergantian

Yesterday, I had a dream.

A dream of long ago.

Within the dream, the two of us were still thirteen…

…standing upon the vast field blanketed in snow as far as the eye could see.

In the distance, the lights shimmering in houses were set sparsely, far and wide.

All that was left upon the newly fallen snow were our footprints.

Just like that…

…we wished, without hesitation, that one day…

…the two of us would be able…

…to see the cherry blossoms together again.

Baru deh scene yang menceritakan apa yang benar2 dirasakan oleh kedua tersebut diiringi oleh lagu yang sebelumnya saya kasih pake yutub di awal. Seperti yang saya katakan sebelumnya liriknya sangat pas, pada anime diperlihatkan mereka berdua masih saling ingat satu sama lain. Diperlihatkan apa saja yang terjadi setelah bagian kedua secara sekilas, bagaimana kedua orang tersebut saling melihat kotak pos, dan protagonist yang akhirnya kembali ke tempat dimana dia masih bersama heroine. Diperlihatkan juga bahwa heroine ternyata bertunangan dengan orang lain bukan protagonist, dan mematahkan harapan saya bahwa heroine bertunangan dengan protagonist. Dan sebagainya, dan sebagainya, akhirnya pada bagian akhir lagu sampai juga pada scene yang sempat terpotong pada awal bagian ketiga (episode tiga), yaitu ketika kedua orang ini saling berpapasan di rel kereta dan saling menoleh. Sayangnya ketika protagonist menoleh, ada dua kereta api yang lewat, dan setelah itu heroine sudah tidak ada di seberang rel kereta. Apa yang bagus disini? Kita melihat akhirnya protagonist tersenyum, dan mengisyaratkan akhirnya protagonist berniat untuk moving forward, dan mencoba merelakan apa yang sebenarnya dia inginkan.

Komentar akhir saya, cerita yang sangat bagus, memang terkadang hidup bukanlah suatu cerita atau dongeng dimana akhirnya semua berakhir sesuai dengan yang kita inginkan, walaupun begitu pada akhirnya kita harus terus maju ke depan dan tidak boleh terus2an merasakan sesuatu yang tidak kita dapatkan tersebut. Mungkin ada yang berpikiran kenapa protagonist tidak berusaha menghubungi heroine, dalam hal ini saya merasakan hal yang sama dan mungkin melakukan hal yang sama dengan protagonist, tapi alasannya tak perlu dijelaskan disini. Dalam hal ini saya memberikan nilai 9/10 untuk story-nya, mungkin karena justru anime ini tidak berakhir dengan happy ending jadi saya berani memberikan nilai sembilan. Btw, saya jadi ingat apa yang dikatakan oleh adik saya sewaktu melihat scene yang diiringi lagu sebelumnya, kata adik saya, kasian banget protagonist-nya, padahal heroine-nya udah beberapa kali bisa tersenyum, bahkan pas sama tunangannya bisa senyum2 sama deket banget. Ngedenger komentar itu saya cuman bisa senyum, soalnya kan mereka berdua belum jadian dan gak tau bakal bisa ketemu atau gak, pada akhirnya mereka berdua harus bisa melupakan ini semua dan ya tadi, harus tetep bisa maju ke masa depan. Bagaimanapun komentar orang lain, saya tetap merasa anime ini patut dan layak untuk ditonton, terutama buat yang LDR kali ya :p

Categories: Anime, Recommended, Review
  1. October 6, 2011 at 4:45 pm

    aku nonton dulu deh klo gitu, bagi2 jo ntar kalo ktemu di bengkel

  2. October 6, 2011 at 5:44 pm

    tanyain si ario, kayaknya nyimpen dia

  3. October 11, 2011 at 6:07 pm

    one of the best anime!

  4. October 11, 2011 at 6:21 pm

    emang keren animenya yo

  5. October 11, 2011 at 8:20 pm

    art nya mantab, ceritanya galau pol. Anim nya Makoto Shinkai emang ceritanya cem kek gini semua. Ada yang udah nonton yang lain ?

  6. October 11, 2011 at 8:38 pm

    yg lain sih paling yg ada towernya itu lho, yg judulnya the place promised blablabla, emang sih ceritanya rada galau, tp awa suka :))

  7. October 12, 2011 at 4:03 pm

    The Place Promised in Our Early Days udah nonton, itu mantap jg walau gak segalau yg ini sih. Itu lebih ke persahabatan keknya. Voices of a Distant Star baca manganya itu jg galau dan oke. Prepare for Children Who Chase Lost Voices from Deep Below🙂

  8. October 12, 2011 at 8:22 pm

    kayaknya ario emang fansnya Makoto Shinkai😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: