Home > Anime, Recommended, Review > Usagi Drop

Usagi Drop

Beberapa kali ini saya sering iseng liat bagian “Top Search” di dashboard wordpress, trus suatu saat ngeliat ada search “anime with baby”, trus saya mikir bentar, kalo dipikir2 emang cerita anime yang ada unsur bayi atau anak kecilnya terkadang punya nilai lebih tersendiri. Apalagi dengan adanya unsur anak kecil di anime tersebut, ada kemungkinan genre anime tersebut adalah family. Yup, tentu saja anime yang akan saya bahas ini saya rasa ber-genre family. Buat orang yang suka cerita yang heart-warming anime ini sangat disarankan untuk ditonton, terlebih lagi menurut saya anime ini mempunyai nilai2 yang dapat kita serap dan kita renungkan.  Anime ini bukanlah anime yang bisa dinikmati anak kecil misal Naruto :p, karena memang anime ini menurut saya baru bisa dinikmati oleh remaja yang tentunya suatu saat nanti berkeluarga dan mempunyai anak. Kalo saya sendiri setelah nonton abis episode satu langsung sangat tertarik untuk menonton anime dengan sebelas episode ini sampai tamat, walaupun ada sedikit ketakutan/trauma gara2 nonton Clannad ~After Story~ yang juga bercerita tentang seorang bapak yang merawat anak kecil sendirian, ketakutan dalam hal apa, silahkan tonton sendiri Clannad ~After Story~.

Sebelum bicara soal cerita yang menurut saya sangat bagus, seperti biasa saya mau ngebahas art/gambar nya terlebih dahulu. Mungkin yang udah biasa liat art shonen bakal aneh pas pertama kali ngeliat anime ini, soalnya emang anime ini bukan art shonen tapi josei, art-nya rada2 buat cewek sih. Tapi buat yang cowok jangan memutuskan untuk gak nonton cuman gara2 ini, soalnya dari cerita menurut saya juga bisa dinikmati oleh cowok sekali pun. Menurut saya, art yang seperti ini justru sangat cocok dengan cerita yang akan ditampilkan, dengan gambar yang moe2, justru akan membuat anime ini kehilangan unsur slice of life yang merupakan nilai lebih dari anime ini. Semua karakter tergambar dengan bagus baik orang dewasa dan anak kecil, dan sangat terlihat perbedaan umur dengan hanya dilihat dari wajahnya, beda ama beberapa anime dimana orang umur 30-an masih keliatan remaja :p. Tapi yang paling menonjol disini adalah gambar karakter Rin-chan (anak kecilnya), beberapa kali wajah Rin digambar sangat sederhana tetapi justru membuatnya semakin adorable dan menurut saya udah bisa ngalahin Ushio dari Clannad. Oleh karena itu untuk art saya berani kalo hanya ngasih cuman 9/10.

Berikutnya komponen sound-nya, munurut saya sudah bagus. Komponen BGM sesuai dengan situasi yang berlangsung, beberapa BGM memang sederhana tapi cocok dengan scene yang sedang berlangsung, ketika malam pun anime ini tidak lupa untuk memberikan suara latar bunyi jangkrik. Pengisi suara juga merupakan nilai lebih anime ini, karakter suara Daikichi (protagonist) sangat cocok dengan karakternya, serta suara Rin-chan sangat baik ketika diisi (di-dubbing) oleh anak berumur sepuluh tahun. Selain BGM dan voice, hal yang terpenting mengenai sound adalah lagu opening ama ending-nya. Dibarengi dengan video yang unik, lagu opening yang easy-listening menjadi sangat cocok dan sangat enak didengar dan membuat kita ingin mendengar lagu opening (terutama kalo udah suka ama animenya) beberapa kali. Ending theme-nya juga dibarengi dengan video unik, lagu akustik yang rada mellow bisa dinikmati selagi kita menunggu scene singkat yang menarik setelah lagu ending. Oleh karena itu skala 9/10 mungkin sangat layak untuk didapatkan anime ini.

Sampe juga di pembahasan cerita (story) yang merupakan bagian terpenting pada anime/film. Apa yang kamu pikirkan ketika pada pemakaman kakek kamu, kamu mendapatkan kenyataan bahwa kakek kamu yang sudah sangat tua umurnya yaitu 79 tahun merawat anak kecil yang ternyata “anak haram”-nya. Tentunya wajar apabila seluruh anggota keluarga akan merasa malu ketika tahu kenyataan itu, entah itu benar atau tidak, karena memang umurnya sudah sangat tua. Disini awal mula cerita anime ini, dimana ketika sang kakek sudah mati, dan tidak ada yang merawat anak kecil tersebut (yup, namanya Rin) karena ibunya ninggalin anaknya begitu saja, semua anggota keluarga tidak ada yang mau menerima Rin, karena mungkin malu tadi, atau juga karena kesan pertama yang ditunjukkan adalah Rin anak yang pendiam dan jarang ngomong, tapi yang jelas merawat anak kecil itu tidak mudah. Tentunya semua orang yang nonton juga tau kalo pada akhirnya Daikichi sebagai protagonist akan merawat Rin, tapi anime ini dengan bagusnya memberikan scene2 yang menarik yang membuat Daikichi merasa tertarik dengan Rin, yang akhirnya menawarkan dirinya untuk merawat Rin.

Berawal dari ide cerita yang seperti itu, pengembangan cerita terlihat dengan bagus. Digambarkan bahwa terkadang kita harus mengorbankan seseuatu untuk merawat anak, pada anime ini diperlihatkan dari hal kecil seperti Daikichi yang berhenti merokok di dalam rumah dan hal yang lumayan besar seperti meminta untuk penurunan jabatan agar dia bisa lebih cepat pulang ke rumah. Penggambaran karakter juga terlihat dengan bagus, karakter Rin sangat natural misalnya saja bagaimana dia belum bisa dekat dengan keluarga Daikichi karena masalah saat pemakaman kakek Daikichi, lepas dari karakter Rin yang mungkin kelewat mandiri, walaupun di dunia real pun anak seperti bukan tidak mungkin untuk ditemui. Penggambaran karakter yang lain pun juga bagus, bagaimana ibu dari Daikichi yang akhirnya bisa dekat dengan Rin, teman Rin yaitu Kouki yang terlihat natural dengan karakter anak kecil laki2nya, ibu Kouki yang “janda kembang”, dan karakter sisanya pun seperti ibu kandung Rin juga tergambar dengan baik.

Cerita pada anime ini sederhana akan tetapi bisa tersaji dengan sangat bagus dan diselingi dengan jokes ringan, sehingga sangat nyaman untuk ditonton tiap episodenya. Masalah yang diangkat seperti masalah keluarga yang bisa menyebabkan perceraian atau seorang ibu yang tidak mau merawat anaknya karena memang belum siap dan merasa waktunya tidak cukup untuk merawat anaknya dikemas dengan baik oleh anime ini. Yang paling menarik menurut saya pada anime ini adalah bagian bagaimana Daikichi semakin dekat dengan keluarga Kouki khususnya ibu Kouki, walaupun sampai anime ini selesai, akhir dari hubungan mereka berdua belum jelas, tapi ini sudah cukup buat saya, lagipula benar kata Daikichi kalo tidak baik jika dia (Daikichi) “bertindak” terlalu cepat mengingat dia (ibu Kouki) tidak terlalu lama memutuskan untuk merawat anaknya sendirian. Terserah orang lain mau bilang apa, saya berani memberikan nilai 10/10 untuk bagian ceritanya.

Di akhir postingan ini saya cuman mau berkomentar bahwa anime ini sangat disarankan untuk ditonton, terutama buat remaja sebagai pengembangan karakter orangtua. Pesan yang diberikan anime ini pada episode terakhir juga sangat menarik, yaitu waktu yang kita luangkan untuk anak kita merupakan waktu kita (my time) yang juga sangat beharga dan senyum anak kita merupakan kegembiraan kita. Menurut saya, pengarang cerita anime ini berpesan bahwa tentu saja banyak dari kita yang merasa bahwa merawat anak suatu hal yang menyebalkan apalagi jika anak kita nakal, tetapi bila kita bersungguh2 dalam melakukannya, anak kita akan bersikap baik dan saat kita bersamanya akan jadi kenangan yang berharga bagi anak kita ketika mereka sudah dewasa kelak. Sebagai penutup, akan sangat sayang sekali kalo kita melewatkan anime dengan cerita heart-warming seperti ini😀

Categories: Anime, Recommended, Review
  1. October 18, 2011 at 12:02 pm

    Yang mengejutkan saya adalah, ada live action movie-nya lho, Usagi Drop ini.🙂

    Eh entah movie ato serial ya, lupa.😀

  2. October 19, 2011 at 12:02 pm

    abis ngecek ternyata emang ada movie-nya, dari wiki sih cuman 114 menit, jadi penasaran, anime 11 eps aja masih kerasa kurang
    thx buat infonya😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: