Home > Anime, Recommended, Review > Nichijou

Nichijou


Mungkin banyak orang yang belum pernah nonton anime dengan judul ini, atau sudah ngeliat sekilas cuman gak tertarik. Anime yang keluar di season spring 2011 ini memulai debut dalam menggaet hati saya sebagai penonton dengan memberikan scene dimana salah satu karakter mengucapkan ”Selamat Pagi!”, dan karakter yang lain mengucapkan “Selamat Malam”. Pada saat anime ini mulai ditayangkan dan di-sub, saya cuman menonton sekilas saja, saya melihat anime ini aneh, lebih lagi orang2 di forum tempat saya diskusi tentang anime banyak berkomentar kalo jokes-nya gak dapat, waktu itu saya simpulkan kalo saya gak akan nonton nih anime. Setelah beberapa bulan, lebih tepatnya bulan November kemarin, teman kosan saya minta tolong ke saya untuk mengunduh anime ini, dia bilang dia tertarik nonton anime ini. Sudah selesai donlot 26 episode anime ini, tentunya saya tidak langsung menhapus anime ini setelah teman saya tadi selesai mengopi anime ini. Dari situlah saya mulai nonton secara lengkap satu episode penuh, setelah habis saya menonton episode satu, saya tertarik menonton episode dua dan tiga. Begitu menonton episode dua dan tiga, saya langsung jatuh hati dengan anime ini.

Balik lagi ke masalah sebelumnya, banyak yang bilang kalo jokes-nya susah, menurut saya itu hanya masalah waktu saja sampe akhirnya kita terbiasa dengan joke tersebut. Bagi saya yang bisa menikmati “Arakawa Under  The Bridge”, anime ini jauh lebih kocak. Teman kosan saya yang lan, yang kebetulan mengopi anime “Arakawa Under  The Bridge”, kemudian saya ajak nonton scene2 tertentu di anime ini, temen saya berkomentar bahwa joke anime ini lebih gampang dimengerti, tapi semua balik lagi ke masing2 orang. Saya ungkapkan sekali lagi bahwa anime ini memiliki jokes yang keren dan belum pernah saya temui sebelumnya, menontonnya pun bisa saat santai atau saat suntuk.

Nichijou sendiri yang kalo tidak salah berarti “Ordinary Life”, bercerita tentang kehidupan sehari2 seperti kehidupan di sekolah, kehidupan di suatu rumah, apa yang terjadi saat kita makan/minum di kafe, piknik, cerita persahabatan sampai romance. Hanya saja “Ordinary Life” tadi mungkin tidak akan terjadi di dunia nyata, karena karakter2 pada anime disini aneh2, bisa dibilang hampir setipe dengan karakter di Arakawa, walaupun Arakawa jauh lebih aneh sih rasanya. Setiap episode-nya terbagi menjadi banyak bagian yang terpisah, dan setiap bagian mempunyai ke-khas-an masing2. Misal bagian yang menyangkut 3 anak sekolah, seorang cewek yang malu2 kucing ama cowok yang disukainya, professor kecil dan robot yang ingin seperti manusia normal, “Short Thoughts”, “Love-Like”, dan masih banyak yang lain.

Sebelumnya telah disinggung bahwa karakter pada anime ini sangat banyak, kalo disebut udah pasti lebih dari sepuluh, dan punya karakteristik masing2. Ada tiga orang sahabat (yang pada episode akhir2 berempat) menjalani hidup sekolah dan bermain, satu karakter suka teriak2 pas marah dan suka ngegambar manga BL, satu karakter freak dan kalo ngasih jokes  gak jelas, dan satu orang lagi suka ngasih jokes dan menurut saya paling normal. Masih banyak sisanya dan gak mungkin saya sebut dan jelaskan sifatnya, intinya ya tadi, semua karakter mempunyai karakteristik yang membuat anime ini terlihat semakin bagus dan tidak kehabisan jokes.

Seperti review anime sebelumnya, selalu dibahas mengenai artwork, mungkin artwork di anime ini bukanlah yang top, yang kalo ditonton di resolusi bagus makin keren. Akan tetapi, perubahan gaya artwork sering dilakukan dari karakter wajah sampai yang lainnya sehingga cocok dengan scene yang akan ditampilkan. Dari gambar yang “so cute” sampai gambar yang membuat scene semakin “lebai”, yang bisa membuat makin aneh atau juga kocak.  Satu hal yang pasti, saya paling suka bagaimana penggambaran ekspresi wajah pada anime ini.

Untuk komponen sound/music sendiri sudah lumayan bagus. Lagu ending theme pada 12 episode pertama sangat nyaman didengar, belum lagi pada episode 12 ke atas lagu ending theme berganti2 walaupun saya lebih suka ending theme pada first-half. Untuk BGM sendiri sudah cukup pas, bagaimana BGM saat suatu hal bodoh terjadi, saat lebai mode, dan musik tentram ketika scene yang santai. Kerennya, pada setiap review episode depan, narrator-nya ganti2, terutama di episode 9 ada Hirano Aya😀

Menurut saya tiap episode, semakin ke belakang semakin memperlihatkan peningkatan, banyak potongan tertentu yang membuat saya tersenyum walaupun itu bukan sesuatu yang lucu seperti “Love-Lilke”. Di akhir postingan ini, saya cuman mau berkata kalo saya PUAS nonton anime ini, 26 episode masih kurang menurut saya, dan mengharapkan adanya season 2, walaupun kecil kemungkinannya. Seperti anime dengan Kategori Recommended lainnya, pesan saya, sayang kalo kita melewatkan anime kocak yang satu ini😀

Categories: Anime, Recommended, Review
  1. December 9, 2011 at 3:15 pm

    Hahahaha, tahu gak, Nichijou ini satu2nya anime (dua ding, ama Bakuman) yang udah saya tonton FULL semua episode-nya semenjak pertama kali keluar.😆 Padahal banyak anime2 lain yang keluarnya barengan yang saya unduh, seperti “Ao no Exorcist”, “Usagi Drop”, dan “Hanasaku Iroha” (lainnya lupa), tapi semua belum saya tonton habis!😆

    Ini Nichijou ceritanya simpel banget. Tapi bisa dieksplorasi jadi lebaaaay bangeet dan menarik!😆 Coba, di dunia nyata mana bisa maen bola sekaligus maen catur Go?😆 Mana mungkin anak umur 8 tahun bisa menciptakan robot?:mrgreen:

    Ngomong2 si Hakase (profesor), saya suka banget ama dia. Imut!😳 Terus seiyuu-nya juga pas banget, saya suka suaranya.😳

    Dulu rasanya saya pernah lihat video bagus di Nico Nico Douga (youtube-nya Jepang) dan di Youtube, ada orang Jepang yang ngebuat video lucu, gabungan dari gerakan2 dalam Nichijou digabung ama musik techno.😀 Lupa saya URL-nya..😦 Salah satu yang lucu ya ini, di sini. Lihat aja di featured video di kolom kanan utk melihat video2 Nichijou lain.😉

    • December 9, 2011 at 3:35 pm

      anime ini emang bagus, kerjaan saya yang lain pun terabaikan gara2 pengen ngabisin anime ini, btw emang hakase digambar imut bgt apalagi pas abis minum susu ama pas pake jas ujan dan emang seiyuu-nya pas, padahal seiyuu-nya bukan anak kecil, dan sudah berumur😛
      tapi soal catur Go sampe sekarang saya masih gak ngerti gimana maksud permainannya😛
      videonya kocak juga, jadi inget videonya Homura dari anime madoka :))

  2. June 17, 2015 at 11:25 pm

    hahaha ijin copas yaa

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: