Home > Film, Recommended, Review > The Shawshank Redemption

The Shawshank Redemption

Sekali2 pengen juga bikin review film, dan kali ini film yang akan saya bahas adalah film yang berjudul ‘The Shawshank Redemption’. Mungkin yang udah biasa buka IMDB akan mengenal film yang satu ini, atau orang2 yang pengkoleksi film2 bagus tentunya tidak akan melewatkan film yang satu ini. Buat yang biasanya ngecek rating di IMDB, suatu saat akan mengecek film apa yang sebenarnya mempunyai rating tertinggi di IMDB. Tentunya ‘The Shawshank Redemption’ yang berada paling atas pasti akan membuat kita penasaran film macam apa ini. Film garapan Warner Bros. Picture ini berawal dari cerita tentang seorang banker yang terpaksa masuk penjara karena dituduh telah membunuh istri dan selingkuhannya, dan akhirnya berpusat cerita mengenai bagaimana kehidupan banker tersebut di penjara yang bernama Shawshanks.

Apa nilai lebih dari film ini yang menyebabkan film ini mendapatkan rating tinggi? Bukan gambar detil tentang robot seperti ‘Transformer’, bukan detil efek magic seperti ‘Harry Potter’, bukan efek perang seperti ‘Saving Private Ryan’, akan tetapi storyline. Menurut saya, cerita yang ditampilkan pada film ini sangat real, dan mungkin bisa terjadi di dunia nyata. Film yang berlatarkan waktu di tahun 90-an awal sampai tengah ini menggunakan property setting tempat yang sangat bagus, sangat berbeda bila dibandingkan dengan sinetron di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia yang berlatar waktu jaman kerajaan tapi setting tempat di rumah gedongan dan mobil mewah. Walaupun film ini dibuat di tahun 1994, dan setting waktu tidak terlalu jauh, di film ini setting tempat disusun dengan apik, semua unsur dari yang kecil seperti dandanan orang seperti rambut dan baju, sampai mobil2 yang ditampilkan di film ini sangat disesuaikan dengan waktu yang dipakai saat itu.

Film yang diawali dengan scene NSFW selama beberapa detik ini, dibintangi oleh aktor2 yang jarang dikenal (lebih tepatnya buat saya), dan mungkin hanya satu orang yang saya tau persis yaitu pemeran ‘Red’ yaitu Morgan Freeman. Aktor yang sudah banyak dikenal orang ini sekaligus menjadi narrator di film ini, mungkin tidak bisa disebut narrator, yang penting aktor ini yang sering monolog. Mungkin banyak film dimana aktor dan aktrisnya berakting lebih bagus dari film ini, tapi menurut saya, hasil akting pada film ini sudah bagus, terlebih lagi ekspresi wajah. Kalo saya sendiri sih salut ama pemeran tokoh banker ‘Dufresne’ yang diperankan Tim Robbins, akting dia paling mantap😀

Saya heran kenapa film seperti ini tidak terpikirkan oleh pencipta movie di Indonesia, kenapa harus ke mainstream, di saat rame film horror++ semua ikut2an, di saat rame film bola, semua ikut2an juga, ada juga sedikit film bagus, tapi akhirnya kurang terekspos. Sebelum saya malah membahas film di Indonesia, saya akan kembali membahas film ini lagi. Berbeda dengan film yang horror++, tentunya film ini lebih sarat akan nilai. Banyak pesan moral yang disampaikan, selain itu banyak scene yang bisa membuat kita berkata “Yoi dah!”, selalu ada hal keren yang dilakukan oleh karakter ‘Dufresne’. Bagaimana ‘Dufresne’ menambah teman dari sesama napi, petugas penjara, sampai kepala penjara, dan sebagainya. Disini mungkin tidak bisa dicari unsur romance, cuman yang namanya friendship bisa didapatkan disini, selain itu diselingi beberapa jokes, yang membuat saya tertawa kecil sehingga membuat film ini tidak terlalu serius.

Ada teman saya yang bilang kalo film ini tipenya mikir, maksudnya pas kita nonton, kita dipaksa untuk berpikir untuk mencerna maksud film-nya, tapi sekali lagi kalo buat saya sih tidaklah begitu, beda dengan film Inception yang memang memaksakan kita untuk berpikir. Buat saya, alur film ini tidak mudah untuk ditebak apalagi di bagian akhir, yang ternyata mengarah ke sesuatu yang tidak saya perkirakan.  Tapi yang seperti apa, silahkan menonton sendiri karena film ini tidak sulit untuk didapatkan kalo memang niat untuk mencarinya. Semoga postingan ini dapat membuat anda penasaran untuk menonton film ini karena film ini sangat keren menurut saya, terima kasih sudah membaca.

Remember, Red, hope hope is good thing.

Maybe the best of things.

And no good thing ever dies.

Categories: Film, Recommended, Review
  1. December 22, 2011 at 9:58 am

    Okelah kalau begitu, kalau sempat pasti saya tonton ….

  2. December 22, 2011 at 12:17 pm

    memang film bagus kok

  3. December 24, 2011 at 10:52 pm

    film paling mantap nih. termasuk film papan atas juga: D

    • December 25, 2011 at 12:46 pm

      endingnya sih terutama yg mantap

  4. Tina Latief
    January 12, 2012 at 4:44 pm

    apa rekomendasinya kalau saya nontin film ini?

    • January 12, 2012 at 6:55 pm

      ratingnya di imdb 9,2 lho

  5. March 7, 2014 at 10:09 pm

    Sampai terakhir, tidak pernah mengenal menyerah. Itulah yang saya dapatkan dari film ini. Reviewnya bagus. Baca review saya di sini juga http://www.ligafilm.com/review-the-shawshank-redemption-tidak-pernah-pasrah/ (psst review saya juga ada link unduhnya)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: